Laporan Aplikasi Ramadan AppsFlyer 2020, Aktivitas Pengunduhan Turun Merata

ASUS TUF Dash F15 (FX516): Laptop All-Rounder untuk Belajar, Bermain, dan Berkarya
aplikasi e-commerce seluler

Mid Menjelang bulan Ramadhan, penggunaan aplikasi di smartphone di kalangan masyarakat tentu akan berbeda dibandingkan momen-momen lainnya. Mengikuti kebiasaan sehari-hari yang berbeda, satu kategori akan naik dan turun dibandingkan dengan yang lain. AppsFlyer mencoba menjelaskan laporan penggunaan aplikasi untuk Ramadhan 2020 dan potensinya di tahun ini.

Sebagai perusahaan pengaitan seluler dan analisis pemasaran terkemuka di dunia, AppsFlyer baru saja merilis laporan Ramadhan ketiganya, menganalisis kinerja pemasaran aplikasi di seluruh kategori seperti Keuangan, Belanja, Hiburan, Makanan & Minuman, dan Sosial & Perjalanan. Periode 23 Maret – 23 Mei 2020 di sejumlah negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Pakistan.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa aktivitas download aplikasi di bulan Ramadhan 2020 lebih sedikit, terutama pada kategori Shopping, Travel dan Food & Drink. Hal ini juga sejalan dengan penurunan belanja iklan oleh pemasar.

Baca juga: AppsFlyer: 2021, Google dan Facebook Dominasi Iklan Digital di Asia Tenggara

Penurunan tersebut merata dialami di berbagai kategori

Presiden dan Direktur Pelaksana AppsFlyer APAC Ronen Mense
Presiden dan Direktur Pelaksana AppsFlyer APAC Ronen Mense.

Melalui konferensi virtual yang diadakan pada Rabu (7/4), Ronen Mense selaku President & Managing Director AppsFlyer APAC mengatakan bahwa upaya vaksinasi tahun ini dapat mendorong pemulihan industri mobile marketing. Dalam enam bulan terakhir tahun 2020, pendapatan iklan mulai meningkat secara bertahap.

Karena pertemuan kelompok terbatas, maka kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadhan 2020 lebih sedikit, termasuk mencari hadiah untuk keluarga dan teman, serta berbagi resep dan video. Lalu bagaimana dengan aktivitas aplikasi seluler?

Di kategori pembiayaan, tingkat uninstal lebih tinggi dalam empat minggu menjelang Ramadhan, karena dianggap masyarakat tidak lagi membutuhkan aplikasi (atau yang mengajukan kredit / pinjaman tidak diterima). Hingga 60% dari total pencopotan pemasangan dalam periode sembilan minggu.

Baca:  Base Converter – Aplikasi Untuk Konversi Bilangan Biner, Decimal, Oktal dan Hexadecimal

Aplikasi belanja juga turun menjelang Ramadhan, namun di Indonesia meningkat perlahan hingga mencapai puncaknya pada periode kedua dan ketiga (mulai dari -40% hingga -15%). Dan di minggu pertama setelah Ramadhan, nilainya sudah mencapai 1%, sehingga pemasar aplikasi bisa mengalokasikan lebih banyak anggaran belanja iklannya di dua minggu terakhir Ramadhan.

Aplikasi dalam kategori perjalanan mencapai tingkat pencopotan pemasangan di kisaran 60 – 70%, sebelum dan selama Ramadhan. Tetapi dengan lebih banyak masyarakat yang beradaptasi dengan situasi normal baru, tren tersebut kemungkinan besar akan pulih dan berbalik pada paruh kedua tahun 2021, karena pelonggaran kebijakan pembatasan sosial.

Langkah yang Direkomendasikan Untuk Pemasar di Ramadhan 2021

Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC Luthfi Anshari.
Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC Luthfi Anshari.

Luthfi Anshari, Customer Success Manager Indonesia, AppsFlyer APAC menambahkan bahwa sesi aplikasi umumnya meningkat selama bulan Ramadhan. Sedangkan waktu pembelian pertama terjadi lebih cepat di akhir Ramadhan, hingga setelah Lebaran.

"Pemasar harus memanfaatkan peningkatan keterlibatan pengguna ini untuk mengaktifkan kembali kampanye pemasaran ulang," tambah Luthfi. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pemasar harus berinvestasi dalam solusi perlindungan untuk penipuan seluler. Khusus untuk aplikasi keuangan dan hiburan.

Selain laporan yang telah dirilis oleh AppsFlyer, adalah aplikasi makanan & minuman dan sosial yang mencatat kampanye pendapatan paling efektif selama dua minggu terakhir Ramadhan. Digitalisasi dan pembayaran seluler juga mengalami peningkatan, menyebabkan aplikasi kategori keuangan mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

Dan aplikasi hiburan juga mengalami penurunan di seluruh wilayah, tepatnya jumlah penginstalan selama Ramadan. Meski begitu, pengguna masih berbelanja dan kampanye pendapatan periode ini telah mencapai pendapatan tertinggi dan relatif hemat biaya. Untuk laporan lengkapnya dapat diunduh di link berikut.